Pandeglang || Jejakkabar.web.id
Berpusat di kawasan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang. Nama ini berarti "Kepala Pulau Jawa", karena letaknya berada di ujung paling barat pulau Jawa.
Inti Kisah
Konon pada masa awal penyebaran Islam di Nusantara,
Khalifah Ali bin Abi Thalib datang ke tempat ini bertemu dengan Prabu Munding Wangi dan Prabu Kian Santang, tokoh besar Kerajaan Sunda.
Dalam pertemuan itu, beliau menyerahkan Mushaf Al-Qur'an yang terukir di atas batu, sebagai pedoman ajaran agama dan persaudaraan. Batuan tersebut kini dikenal sebagai Batu Qur'an, menjadi peninggalan sakral di dalam gua kawasan Sanghyang Sirah.
Selain itu, tempat ini juga dikisahkan sebagai tempat berkumpulnya para wali Allah. Sunan Kalijaga disebut pernah bertemu dengan Nabi Khidir di lokasi ini untuk memperdalam ilmu agama dan kebijaksanaan hidup.
Nilai Sejarah & Budaya
Sanghyang Sirah menjadi penghubung sejarah antara tradisi kerajaan Sunda dan masuknya ajaran Islam di wilayah barat Jawa.
Pada tahun 1945, Ir. Soekarno dikisahkan pernah berkhalwat selama 3 hari 3 malam di gua ini untuk memperoleh ketenangan dan petunjuk menjelang kemerdekaan Indonesia.
Kini kawasan ini menjadi tempat wisata religi dan cagar alam dalam Taman Nasional Ujung Kulon.
Editor
(Raden Oji M,. C. BJ)




Posting Komentar