Kisah Keramat Pondok Modern Darussalam Gontor

Jawa Timur || Jejakkabar.web.id 


Kisah Keramat Pondok Modern Darussalam Gontor



Kramat Pondok modern Darusalam (Gontor) Terletak di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dan menyimpan banyak legenda yang diwariskan turun-temurun .

 

Asal Nama Gontor




Dahulu kala, wilayah ini berupa hutan belantara yang angker dan menjadi sarang perampok serta perompak. 


Ketika Kyai R.M. Sulaiman Jamaluddin dari keturunan Keraton Cirebon diperintahkan gurunya dari Pesantren Tegalsari untuk membuka tempat baru, ia bertekad membersihkan hutan itu. 


Konon saat ia berdoa, terdengar suara gemuruh "Gontor... Gontor..." dari langit, pertanda tempat itu akan menjadi cahaya ilmu pengetahuan yang menyingkirkan kejahatan. 


Sejak saat itu tempat ini bernama Gontor, berarti tempat yang bergetar karena berkah dan ilmu Allah.

 

Legenda Sumur Keramat

 

Di dalam kompleks pondok terdapat sumur tua peninggalan pendiri. 


Dikisahkan saat masa sulit kekurangan air, Kyai Ahmad Sahal, salah satu Trimurti pendiri, berdoa di pinggir sumur. Dalam sekejap air meluap jernih dan cukup untuk ribuan santri. 


Air ini dipercaya selalu terjaga ketersediaannya, tidak pernah kering meski kemarau panjang, dan membawa berkah bagi yang meminumnya dengan niat baik.

 

Karamah Trimurti

 

Tiga pendiri utama


KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fanani, dan KH Imam Zarkasyi memiliki kisah istimewa. Konon, ketika Belanda ingin menutup pondok pada masa penjajahan, tentara yang datang tiba-tiba tidak bisa melihat bangunan pondok, seolah tertutup kabut suci. 


Ada juga cerita bahwa saat pembangunan masjid, batu berat yang sulit diangkat terasa ringan saat dibawa para santri yang berniat ikhlas.

 

Batu Tanda Janji

 

Di halaman depan terdapat batu besar yang konon menjadi tempat Trimurti bersumpah: 


"Kami membuka pondok bukan untuk nama atau harta, melainkan untuk berkhidmat kepada agama dan negara, sampai titik darah penghabisan." Hingga kini batu itu dianggap sakral dan menjadi pengingat semangat pengabdian para pendiri.

 

Pesan Warisan

 

Keistimewaan Gontor bukan hanya pada karamah, tetapi janji para pendiri untuk mewakafkan seluruh harta dan lembaga agar tetap terbuka selamanya untuk siapa saja yang ingin menuntut ilmu. Hingga sekarang, tempat ini tetap menjadi salah satu pusat pendidikan Islam terbesar dan paling dihormati di Indonesia.

 

Editor

(Raden Oji M,. C. BJ)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama