JANGAN PERNAH MERENDAHKAN ORANG LAIN, ITU ADALAH KEHENDAK ALLAH


TANGERANG | Jejakkabar.web.id Di tengah perbedaan rupa, harta, dan keadaan fisik di dunia ini, sering kali masih ada di antara kita yang tergelincir lisan dan hati, menghina atau merendahkan sesama manusia. Baik karena ia memiliki kekurangan fisik (cacat), wajah yang dianggap tidak tampan/cantik, maupun hidup dalam kemiskinan.

 

Menanggapi fenomena sosial yang masih sering terjadi ini, Raden Oji M., C. BJ selaku Pimpinan Redaksi Jejakkabar.web.id memberikan peringatan tegas dan renungan mendalam bagi seluruh masyarakat.

 

"Jangan menghina atau merendahkan orang lain, baik dia cacat atau jelek, juga miskin. Ingatlah, semua itu adalah kehendak Allah Yang Maha Kuasa yang menciptakan-Nya," tegas Raden Oji, dalam pernyataannya, Kamis (28/5/2026).

 

Menurutnya, menghina ciptaan-Nya sama saja dengan tidak menghargai Sang Pencipta. 


Manusia sering kali lupa dan merasa lebih unggul hanya karena diberi fisik sempurna, rupa menarik, atau harta yang cukup. Padahal, semua itu hanyalah titipan semata, bukan kehebatan atau usaha diri sendiri.

 

SETIAP CIPTAAN MEMILIKI MAKNA DAN KEHORMATAN


Allah menciptakan manusia dengan berbagai rupa, keadaan, dan takdir yang berbeda-beda bukan untuk dijadikan bahan cemoohan, melainkan untuk saling melengkapi, saling mengenal, dan saling mengasihi.

 

Yang cacat fisik: Sering kali justru memiliki hati yang paling bersih, semangat yang paling kuat, dan iman yang kokoh.


Yang dianggap kurang rupawan: Di mata Allah yang dinilai bukan wajah, melainkan akhlak dan ketakwaan.


Yang hidup miskin: Bukan berarti hina, justru sering kali mereka orang-orang yang jujur, ikhlas, dan kelak di akhirat memiliki derajat yang tinggi.

 

BAHAYA HINAAN DAN PENYAKIT HATI


Merendahkan orang lain adalah cermin betapa bobroknya hati orang yang menghina. 


Sifat ini lahir dari rasa sombong, angkuh, dan lupa diri. Padahal, tidak ada jaminan bahwa orang yang kaya hari ini akan kaya selamanya, dan orang yang sehat hari ini akan sehat selamanya. 


Segala keadaan bisa berubah dalam sekejap atas izin Allah.

 

"Ingatlah, kita semua berasal dari setetes darah yang kotor, dan akan kembali menjadi mayat yang dimakan tanah. 


Apa yang pantas kita banggakan hingga berani merendahkan saudara sendiri?" tambahnya mengingatkan.

 

Ajaran agama pun dengan tegas melarang hal ini, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 11: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)..."

 

PESAN PENTING

Raden Oji mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas, untuk membuang sifat sombong dan angkuh. 


Gantikan hinaan dengan bantuan, gantikan ejekan dengan senyuman, dan gantikan pandangan rendah dengan rasa hormat.

 

Karena pada akhirnya, penilaian yang paling benar dan adil bukanlah penilaian manusia, melainkan penilaian Allah SWT. 


Dan sesungguhnya, sebaik-baik manusia di sisi-Nya adalah yang paling bertakwa dan paling baik akhlaknya. 

 

Penulis: Raden Oji M., C. BJ

Sumber: Jejakkabar.web.id

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama