Ironisnya, di saat mereka berharap mendapatkan apa yang kita miliki, kita justru kerap menolak atau meremehkan rezeki yang datang, hanya karena dianggap jumlahnya terlalu kecil.
Fenomena ini disorot tajam oleh Raden Oji M., C. BJ, selaku Pimpinan Redaksi Jejakkabar.web.id, yang mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali makna rezeki dan rasa syukur.
"Lihatlah wahai kawan, masih banyak orang di luar sana yang sangat membutuhkan makanan, namun kadang diri kita sendiri justru kehilangan keberkahan karena menolak penghasilan yang dianggap kecil.
Itu sebenarnya adalah penyakit hati yang sering tidak kita sadari," ungkap Raden Oji dengan nada mengingatkan, Kamis, (28/5/2026).
Menurutnya, memandang rendah rezeki yang datang, sekecil apa pun bentuknya, adalah awal dari hilangnya keberkahan hidup. Banyak orang menolak pekerjaan, rezeki, atau pemberian yang halal hanya karena gengsi, merasa kurang pantas, atau beranggapan nilainya tidak seberapa.
Padahal, di tangan orang lain, rezeki yang 'kecil' itu bisa menjadi sangat besar dan bernyawa.
"Rezeki itu bukan dinilai dari besarnya angka, tapi dari berkah yang menyertainya.
Penyakit hati kita seringkali berupa rasa tidak puas, sombong, dan ingin serba instan, sehingga kita lupa bahwa apa yang kita tolak, mungkin adalah harapan hidup bagi orang lain," tegasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, Islam dan nilai kemanusiaan mengajarkan untuk tidak memandang rendah apa yang ada di genggaman. Sebab, sedikit yang disyukuri dan halal, jauh lebih abadi manfaatnya dibanding banyak harta yang diperoleh dengan cara yang salah atau disertai rasa tidak puas.
Masih terbayang di mata kita, betapa banyak warga yang harus berdesak-desakan, berjalan jauh, atau bekerja keras di bawah terik matahari hanya demi sesuap nasi untuk keluarga.
Sementara itu, ada di antara kita yang masih memiliki pekerjaan, penghasilan, dan makanan di meja, namun hatinya masih merasa kurang dan menolak peluang rezeki yang halal.
"Jangan sampai kita menutup pintu rezeki sendiri hanya karena sifat angkuh.
Rezeki sekecil apa pun, jika diterima dengan ikhlas dan syukur, akan Allah lipatgandakan keberkahannya. Ingat, masih banyak mulut yang menanti apa yang kita buang atau kita tolak," pesan Raden Oji mengakhiri pernyataannya.
Pesan ini menjadi cermin bagi kita semua : Bahwa rasa syukur adalah kunci kebahagiaan, dan tidak ada rezeki yang kecil bagi orang yang hatinya lapang.
Jangan biarkan penyakit hati membuat kita buta melihat kenyataan, bahwa di atas langit masih ada langit, dan di bawah kita masih banyak saudara yang jauh lebih membutuhkan.
Penulis: Raden Oji M., C. BJ
Sumber: Jejakkabar.web.id



Posting Komentar