Dongeng || Jejakkabar. Web.id
Pada suatu hari yang cerah, Kancil sedang berjalan-jalan mencari makanan di pinggir sungai. Ia melihat buah timun yang ranum dan segar tumbuh subur di seberang sungai.
Perutnya pun terasa lapar, namun arus sungai cukup deras dan lebar, sehingga ia tidak bisa berenang menyeberang.
Tiba-tiba, Kancil melihat sekelompok buaya sedang berjemur di tepi sungai. Ia pun mendapat ide cerdik.
Dengan suara lantang, Kancil berteriak, “Wahai para buaya! Aku membawa kabar gembira dari Raja Hutan.
Raja memerintahkan aku untuk menghitung jumlah kalian, karena Raja akan memberikan hadiah makanan yang banyak!”
Buaya-buaya itu merasa senang dan percaya.
Salah satu buaya besar bertanya, “Bagaimana caranya kamu menghitung kami, Kancil?”
Kancil menjawab, “Kalian harus berbaris rapat dari tepi sini sampai ke tepi seberang sungai.
Aku akan berjalan melompati punggung kalian sambil berhitung.”
Para buaya pun segera berbaris memanjang menyeberangi sungai.
Kancil mulai melompat dari punggung buaya pertama sambil bersuara, “Satu, dua, tiga…” terus berhitung hingga ia mencapai tepi seberang sungai.
Sesampainya di sana, Kancil tertawa dan berkata,
“Terima kasih ya para buaya! Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai untuk memakan timun yang ada di sini.”
Para buaya menyadari bahwa mereka telah tertipu, namun sudah terlambat. Kancil pun dengan santai memakan timun segar kenyang, lalu pulang dengan selamat menggunakan cara yang sama saat hendak kembali.
Pesan Moral
Kecerdikan dan akal pikiran dapat mengatasi kesulitan yang sulit diselesaikan dengan kekuatan fisik saja.
Jangan mudah percaya begitu saja pada perkataan orang lain tanpa berpikir terlebih dahulu.
Editor
(Raden Oji M,. C. BJ)


Posting Komentar