Asal Nama Cimapag || Jejakkabar.web.id
Nama Cimapang berasal dari bahasa Sunda, gabungan dua kata
Ci artinya air atau sungai, dan Mapsng (dalam pelafalan lokal) merujuk pada jenis tanaman perdu atau semak berduri yang dulunya tumbuh sangat lebat di sepanjang aliran sungai yang melintasi kampung ini.
Dahulu warga juga menyebutnya Cimapas, seiring waktu pelafalan berubah menjadi Cimapsng.
Lokasi ini memang dikelilingi aliran air dan tanah yang subur, ciri khas wilayah Cigudeg yang artinya "sungai tempat tumbuh pohon Gudeg".
Sejarah Awal Berdiri
Pada pertengahan abad ke-19, wilayah ini masih berupa hutan belantara yang menjadi batas antara wilayah Kesultanan Banten dan kekuasaan Kerajaan Bogor.
Sekelompok keluarga dari keturunan suku Sunda pimpinan Ki Alim pindah dari daerah Leuwiliang untuk mencari lahan pertanian baru.
Mereka membuka hutan di pinggir kali yang banyak ditumbuhi tanaman mapsng tersebut, lalu mendirikan pemukiman kecil.
Di masa kolonial Belanda, wilayah ini masuk ke dalam sistem administrasi Landraad Cigudeg, dikenal sebagai daerah penghasil beras, kopi, dan karet.
Jalur kampung ini juga menjadi jalan lintas perdagangan antara Bogor dan Rangkasbitung.
Legenda Lisan
Ada cerita turun-temurun bahwa di dekat sumber air kampung terdapat pohon tua besar yang dihormati warga.
Konon, pohon itu menjadi tempat bertapa seorang ulama penyebar agama Islam bernama Syekh Mansur, yang mengajarkan pertanian dan nilai kebaikan kepada penduduk setempat.
Oleh karena itu, hingga kini kampung ini memiliki tradisi bersih desa setiap tahun sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan leluhur.
Perkembangan
Setelah kemerdekaan, Kampung Cimapsng resmi menjadi salah satu dusun di wilayah Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg.
Hingga kini masyarakatnya masih menjaga budaya Sunda, kesenian pencak silat, dan pola hidup agraris, meski perlahan berkembang menjadi kawasan pemukiman yang lebih maju.
Editor
(Raden Oji M,. C. BJ)


Posting Komentar