Keluarga menyatakan kekhawatiran besar terhadap masa depan mereka apabila kondisi korban tidak segera membaik. Ayah dan ibu AD disebut sangat bergantung pada bantuan ekonomi dari korban, sehingga situasi ini membuat keluarga berada dalam tekanan emosional dan finansial. Mereka juga menyampaikan kekecewaan karena hingga berita ini diturunkan belum ada perwakilan perusahaan yang datang langsung ke rumah keluarga.
Sebelumnya, mandor berinisial TN menyampaikan bahwa seluruh Alat Pelindung Diri (APD) telah diberikan kepada pekerja sesuai standar SOP K3, dan perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut. Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya klarifikasi awal dari pihak lapangan terkait insiden yang menimpa AD.
Namun, investigasi lapangan yang dilakukan awak media menemukan fakta bahwa tidak ada Alat Pelindung Diri (APD) di lokasi kejadian. Temuan tersebut berlawanan dengan keterangan mandor TN dan memunculkan pertanyaan baru mengenai penerapan keselamatan kerja di area proyek tersebut.
"Kami juga takut kalau hal terburuk terjadi. Orang tua kami pasti sangat terpukul, karena selama ini AD yang menghidupi mereka,"
— IS, Kakak Korban
Hingga saat ini, AD masih berada dalam perawatan intensif dan belum sadarkan diri. Keluarga berharap korban segera pulih, sementara media masih menunggu konfirmasi lanjutan dari perusahaan mengenai kronologi lengkap, kondisi korban, dan langkah tanggung jawab yang akan diambil.
(Radaksi)



Posting Komentar