Menjadi Pekerja, Sekecil Apapun Pekerjaannya, Adalah Kemuliaan Asalkan dengan Jalan Rezeki yang Halal



Jejak kabar.web.id


Tanggal 20 Mei 2026 – Dalam semangat menghargai martabat manusia dan nilai kerja keras, tersiar pesan bermakna yang mengingatkan seluruh masyarakat akan kemuliaan dalam bekerja, tanpa memandang berat atau ringannya tugas yang diemban. 




Pesan yang berbunyi "kuli kadar maupun ringan adalah mulia dengan upah yg halal" ini menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan jujur dan sungguh-sungguh memiliki kedudukan yang mulia.

 

Pekerja, baik yang melakukan  kuli bangunan  proyek, pabrik dsb, pekerjaan berat maupun tugas ringan, memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. 


Setiap tetes keringat yang dicurahkan bukan hanya sekadar untuk mencari nafkah, melainkan juga wujud tanggung jawab dan pengabdian. 


Nilai utama dari semua itu terletak pada hasil yang diperoleh: upah yang halal. 


Rezeki yang didapat dari kerja keras sendiri seperti kuli bangunan, kuli Pabrik, dan lain-lain asalkan tidak bertentangan dengan hukum atau agama, jujur disebut sebagai rezeki yang berkah, suci, dan membawa keberkahan bagi diri sendiri maupun keluarga.

 

Pandangan ini mengajak kita untuk tidak membedakan-bedakan jenis pekerjaan, karena kemuliaan seseorang tidak dilihat dari seberapa berat beban yang dipikul atau seberapa besar pendapatannya, melainkan dari kehalalan dan keberkahan apa yang didapatkannya. 


Bekerja adalah ibadah, dan rezeki yang halal adalah buah dari usaha yang mulia. 


Pesan ini pun menjadi dorongan semangat bagi setiap orang untuk tetap bekerja keras, jujur, dan bangga atas apa yang dikerjakannya, karena di balik setiap usaha yang halal, tersimpan kemuliaan yang sejati.


EDITOR : Raden Oji M,. C. BJ

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama