Kisah Tragedi Gunung Merapi

Kisah Tragedi || Jejakkabar.web.id





Rangkaian peristiwa letusan dahsyat gunung berapi paling aktif di Indonesia, yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tercatat lebih dari 80 kali meletus sejak tahun 1768 . Berikut peristiwa terbesar dan paling bersejarah:

 

Letusan 1930 – Bencana Paling Mematikan




Terjadi dari bulan Desember 1930 hingga Januari 1931. 


Awan panas dan aliran lahar menghancurkan 14 desa, menewaskan sekitar 1.369 jiwa, serta merusak ribuan hektare lahan pertanian dan pemukiman. Ini menjadi letusan dengan korban terbanyak dalam sejarah pencatatan modern.

 

Letusan 1994

 

Pada 22 November, awan panas meluncur sejauh 6,5 km ke arah barat daya. Sekitar 60 orang tewas, puluhan luka-luka, dan ribuan warga harus mengungsi akibat abu vulkanik yang menutupi wilayah Magelang dan Sleman.

 

Letusan 2006

 

Terjadi berdekatan dengan gempa bumi Yogyakarta 27 Mei. 


Erupsi 8 Juni menyemburkan awan panas sejauh 5 km, menelan 2 korban jiwa, serta memperparah kerusakan bangunan pasca gempa .

 

Letusan 2010 – Tragedi Paling Terkenal

 

Dimulai 25 Oktober hingga akhir November 2010, dianggap letusan terbesar dalam 100 tahun terakhir .

 

Korban jiwa mencapai 353 orang, lebih dari 350.000 penduduk dievakuasi .


Puncak gunung terkikis, tingginya berkurang 38 meter menjadi 2.930 mdpl .


Peristiwa paling menyentuh hati: wafatnya Ki Surakso Hargo atau Mbah Maridjan (83 tahun), juru kunci Merapi. 


Ia memilih tetap tinggal di Desa Kinahrejo demi menjaga janji kepada Keraton Yogyakarta, hingga diterjang awan panas bersuhu 600°C dan ditemukan dalam posisi sujud di rumahnya.


Hujan deras pasca letusan memicu banjir lahar dingin yang merusak jalan, jembatan, dan permukiman lebih jauh ke hilir .

 

Aktivitas Terkini

 

Setelah 2010, Merapi masih mengalami letusan skala lebih kecil, seperti tahun 2013, 2018, 2021, hingga 2024, namun sistem peringatan dini dan mitigasi bencana sudah jauh lebih baik sehingga korban jiwa dapat diminimalisir .

 

Gunung Merapi tidak hanya menjadi ancaman, tetapi juga sumber kesuburan tanah. Kisah letusannya menjadi pengingat abadi hubungan manusia dengan alam dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

 

Editor

(Raden Oji M,. C. BJ)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama