Kisah || Jejakkabar.web.id
Sosok Pemabuk Jadi Ulama Besar Dahulu kala di kota Baghdad, hiduplah seorang pemuda bernama Bisyr bin Al-Harits.
Hidupnya penuh hura-hura; setiap malam ia habiskan dengan berpesta, menenggak minuman keras, dan berkumpul dengan teman-teman yang senasib.
Ia tidak peduli ibadah, dan hatinya tertutup dari cahaya petunjuk Allah.
Suatu malam, saat ia berjalan pulang dalam keadaan mabuk berat, matanya tertuju pada selembar kertas yang tergeletak di tanah.
Di atasnya tertulis indah: "Bismillahirrahmanirrahim". Meski pikirannya kabur, ia merasa tulisan itu mulia.
Ia mengambilnya, membersihkan debu yang menempel, lalu membawanya pulang.
Di rumah, ia lumuri kertas itu dengan minyak wangi paling harum dan menyimpannya di tempat yang aman.
Pada malam yang sama, seorang ulama besar bermimpi didatangi oleh suara Ilahi: "Pergilah menemui Bisyr.
Katakan kepadanya: Engkau telah mengharumkan nama-Ku di bumi, maka Aku akan mengharumkan namamu di langit dan di antara hamba-hamba-Ku."
Ketika pesan itu disampaikan, seketika hati Bisyr bergetar hebat. Ia sadar, meski dosanya bertumpuk, Allah tetap Maha Pengasih yang memandang sedikit kebaikan yang ada padanya. Ia langsung menumpahkan sisa minuman keras yang ada, lalu bertobat dengan sungguh-sungguh. Ia berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatan masa lalu.
Sejak hari itu, Bisyr meninggalkan gaya hidup lamanya.
Ia datang ke majelis ilmu, belajar Al-Qur'an, Hadis, dan fikih dengan tekun. Karena kerendahan hatinya, ia sering berjalan tanpa alas kaki ke tempat pengajian, sehingga orang-orang menjulukinya Al-Hafi, artinya "yang bertelanjang kaki".
Lama-kelamaan, Bisyr Al-Hafi menjadi ulama besar, ahli hadis yang diakui keilmuannya, dan dikenal sebagai orang yang zuhud serta penuh kasih sayang.
Ia sering berpesan: "Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, dan tidak ada hamba yang terlalu rendah untuk dibimbing Allah, asalkan ia mau kembali."
Beliau wafat dalam keadaan saleh, meninggalkan teladan bahwa hidayah Allah bisa datang kapan saja, bahkan lewat selembar kertas bertuliskan nama-Nya.
Editor
(Raden Oji M,. C. BJ)


Posting Komentar