Kab - Bogor - Cigudeg — Jejakkabar.web.id - Proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial memicu banyak keluhan dari warga Desa Tegallega, Kabupaten Bogor.
Ratusan warga mendatangi kantor desa untuk mengadu karena namanya tercatat terindikasi terlibat judi online, padahal mayoritas tidak pernah melakukannya, bahkan banyak yang tidak paham cara mengoperasikan gawai pintar (HP) sama sekali.
Bantuan pemerintah — baik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan pangan lainnya — sangatlah berarti bagi masyarakat Desa Tegallega di tengah situasi sulit mencari lapangan kerja dan penghasilan saat ini.
Bantuan tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari banyak keluarga. Namun, akibat status indikasi tersebut, bantuan mereka justru terblokir sementara, memicu kegelisahan dan keluhan yang meluas di tengah warga.
Pemerintah Desa Tegallega turut menyayangkan keadaan ini.
Melalui pernyataan resminya, pihak desa menyampaikan permohonan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Sosial (Dinsos), agar segera melakukan peninjauan ulang data, memverifikasi kebenaran indikasi, dan mengembalikan akses bantuan bagi warga yang tidak terbukti terlibat judi online.
“Kami dari pemerintah desa memohon perhatian Dinsos Kabupaten Bogor untuk segera menindaklanjuti. Banyak warga kami yang benar-benar tidak paham soal HP maupun judi online, namun justru kehilangan bantuan yang sangat berguna bagi kehidupan mereka.
Kami moga data bisa diperbaiki dan bantuan segera disalurkan kembali kepada yang berhak,” ungkap perwakilan pemerintah desa.
Warga berharap peninjauan dilakukan secara teliti dan cepat, agar kebijakan pencegahan judi online tidak justru merugikan warga yang jujur dan sangat membutuhkan dukungan dari negara.
(Midun Sambo)


Posting Komentar