Kabupaten Tangerang — Jejakkabar.web.id -Ketua Umum Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN), Andi Jaka, angkat bicara menyikapi upaya konfirmasi pengurus HSN kepada Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasie Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berinisial Y, terkait sorotan terhadap pembangunan pagar dan gapura di SDN Cukanggalih 1 dan 3, Kecamatan Curug.
Andi Jaka menilai komunikasi antara masyarakat, organisasi sosial, dan pemerintah merupakan bagian penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, ketika masyarakat maupun organisasi datang untuk meminta penjelasan secara baik-baik, seharusnya tersedia ruang komunikasi yang terbuka, Senin 24/8/26.
“Kami sangat menghormati institusi pemerintah dan para pejabatnya. Tetapi kami juga berharap ketika ada masyarakat atau organisasi seperti Paguyuban Hikmah Satria Nusantara yang datang untuk meminta klarifikasi, jangan sampai terkesan diabaikan. Kami datang untuk bertanya, bukan untuk menghakimi. Kami datang untuk mencari kejelasan, bukan mencari keributan,” tegas Andi Jaka.
Menurut Andi Jaka, Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) menjalankan fungsi kontrol sosial dengan tetap mengedepankan etika dan konfirmasi. Setiap informasi yang ditemukan di lapangan, kata dia, semestinya terlebih dahulu diklarifikasi kepada pihak yang memiliki kewenangan.
“Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan, silakan dijelaskan. Kami siap mendengar dan kami juga siap menyampaikan penjelasan tersebut kepada masyarakat. Jangan sampai karena komunikasi tidak berjalan, justru muncul berbagai macam persepsi di tengah publik,” ujarnya.
Andi Jaka menegaskan bahwa HSN tidak menempatkan pemerintah sebagai lawan. Menurutnya, kritik dan pengawasan masyarakat seharusnya menjadi bagian dari proses memperbaiki kualitas pelayanan publik.
“HSN bukan musuh pemerintah. Kami justru ingin menjadi bagian dari masyarakat yang ikut mengawal pembangunan. Pemerintah membutuhkan pengawasan, masyarakat juga membutuhkan keterbukaan. Dua hal ini seharusnya berjalan berdampingan,” kata Andi Jaka.
Terkait pembangunan pagar dan gapura SDN Cukanggalih 1 & 3, Andi Jaka mengatakan pihaknya masih menunggu penjelasan resmi mengenai sejumlah hal yang menjadi pertanyaan HSN, termasuk sumber anggaran, nilai pekerjaan, pihak pelaksana, pengawas serta dasar pelaksanaan kegiatan.
Ia juga menegaskan HSN tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak hanya berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kami hanya meminta klarifikasi. Kalau memang ada penjelasan yang bisa menjawab seluruh pertanyaan kami, tentu kami akan menerimanya secara objektif. Tetapi kalau komunikasi terus ditutup, tentu kami akan mengambil langkah sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Andi Jaka juga meminta seluruh jajaran Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN) agar tetap mengedepankan sikap profesional dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.
“Kami akan tetap santun dalam bersikap, tetapi tegas dalam memperjuangkan keterbukaan. Jangan salah artikan kesantunan kami sebagai kelemahan. HSN menghormati pemerintah, tetapi HSN juga berdiri untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Andi Jaka.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kasie Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berinisial Y belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan pengurus Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN).
BusurPena.Com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kasie Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pihak sekolah, pelaksana pekerjaan maupun pihak terkait lainnya.
Bagi Paguyuban Hikmah Satria Nusantara (HSN), pengawasan bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari upaya mendorong pembangunan yang transparan, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
(Raden Ojo M,. C. BJ)

Posting Komentar