LEBAK – Jejakkabar.web.id - Camat Leuwidamar bersama jajaran Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, serta perangkat Desa Sangkanwamar bergerak cepat meninjau langsung lokasi jembatan gantung yang ambruk di Desa Sangkanwangi, Kabupaten Lebak, Banten.
Jembatan yang menjadi urat nadi ini menghubungkan empat kampung sekaligus: Daruas, Leuwipesing, Bunter, dan Batang. Runtuhnya akses vital ini langsung melumpuhkan aktivitas warga—anak-anak terhambat sekolah, perekonomian terhenti, hingga akses kesehatan menjadi sulit dan berisiko.
Di lokasi peninjauan, Forkopimcam memastikan struktur jembatan sudah benar-benar rusak dan sangat berbahaya jika dipaksakan dilalui. Camat Leuwidamar menyatakan akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat dan perbaikan permanen.
“Kami langsung turun melihat kondisi di lapangan. Ini perhatian serius karena jembatan ini satu-satunya akses utama warga,” ujarnya.
Pihak Polri dan TNI juga siap mengamankan area agar tidak ada yang memaksakan diri menyeberang demi keselamatan jiwa. Sementara itu, Pemdes Sangkanwangi mengaku sudah melaporkan hal ini ke Pemkab Lebak, namun belum ada kepastian kapan solusi nyata diberikan.
Ironisnya, keruntuhan ini bukan tanpa sebab. Jembatan ini sudah lama dibiarkan rusak, berkarat, dan tidak terawat—padahal pemerintah sering menyebutkan infrastruktur sebagai prioritas. Warga pun bertanya: Apakah akses aman hanya menjadi janji di atas kertas? Haruskah menunggu ada korban jiwa terlebih dahulu sebelum anggaran dan perhatian dicairkan?
Warga berharap kali ini bukan sekadar janji manis lagi. Mereka mendesak Pemkab Lebak dan Pemprov Banten segera bertindak nyata, bukan hanya datang meninjau lalu hilang tanpa kelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, jembatan masih tetap ambruk dan tidak bisa digunakan. Rakyat sudah terlalu lama menunggu—kini saatnya bukti, bukan sekadar kata-kata.
Sitinurjanah / sueb

Posting Komentar