Asal Nama
Kab. Bogor || Jejakkabar.web.id - Syeh TB Bainan: Merupakan sebutan pendek dari nama asli tokoh yang dimakamkan, yaitu Tuan Guru Bainan.
Di kalangan warga Sunda setempat, gelar "Syeh TB" adalah penghormatan bagi ulama besar atau pemimpin agama yang dihormati. Nama ini sering terdengar bersandingan dengan Kramat Safan karena kedua tokoh ini hidup dan berdakwah di wilayah yang sama, saling bekerja sama menyebarkan ajaran Islam.
Kampung Leles: Seperti dijelaskan sebelumnya, berarti tanah datar yang tenang dan subur, cocok untuk pemukiman dan pusat pengajian.
Riwayat Hidup Tuan Guru Bainan
Beliau lahir sekitar pertengahan abad ke-18 di wilayah Banten, sama asal daerahnya dengan Syekh Muhammad Safan.
Datang ke Parungpanjang atas undangan masyarakat untuk membantu memajukan pendidikan agama dan ketertiban wilayah.
Bersama Syekh Safan, beliau mendirikan surau dan tempat belajar di sekitar Kampung Leles. Beliau dikenal lebih ahli dalam ilmu fikih dan hukum Islam, sementara Syekh Safan lebih banyak mengajarkan akhlak dan cara bertani.
Di bawah bimbingan kedua ulama ini, wilayah Jagabita dan sekitarnya menjadi pusat dakwah yang makmur dan aman pada masa itu.
Tuan Guru Bainsan wafat sekitar tahun 1795 M dan dimakamkan di bukit sebelah utara makam Syekh Safan, yang kemudian dikenal sebagai Kramat TB Bainsn.
Perkembangan dan Tradisi
1. Masa Kolonial: Kedua situs kramat ini dijadikan pusat pertemuan warga. Pemerintah Belanda saat itu mengakui pengaruh keduanya sebagai pemimpin adat dan agama, sehingga wilayah ini tidak banyak terganggu.
2. Tradisi Ziarah: Biasanya peziarah berkunjung ke kedua makam ini secara berurutan: mula-mula ke Kramat TB Bainan, kemudian dilanjutkan ke Kramat Safan.
Acara besar diadakan setiap bulan Maulid dan Rajab, diisi dengan doa bersama, pembacaan kitab, dan sedekah beras.
3. Arsitektur: Bangunan makam masih berbentuk bangunan tradisional Sunda beratap limasan, dikelilingi pagar batu kali asli.
Ada pohon besar di sisi utara yang dianggap keramat dan menjadi penanda lokasi sejak dulu.
Status Sekarang
Situs ini dikelola oleh satu yayasan yang sama dengan Kramat Safan.
Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkannya sebagai satu kesatuan Kawasan Cagar Budaya Desa Jagabita, serta masuk dalam jalur wisata religi Parungpanjang. Kedua makam ini menjadi bukti sejarah kuatnya pengaruh budaya Islam Banten yang berkembang hingga ke wilayah Bogor Barat.
Editor
(Raden Oji M,. C. BJ)

Posting Komentar