Diduga Adanya Pertambangan Liar : Penyebab Utama Kerusakan Alam dan Bencana Membawa Petaka

Jejak Kabar-web-id

 


BOGOR, 22 Mei 2026 – Bencana banjir besar dan tanah longsor yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia ternyata bukan semata akibat hujan lebat. 


Berdasarkan data dan pengamatan lingkungan, ulah manusia yang merusak alam, khususnya aktivitas pertambangan yang tidak bertanggung jawab, menjadi pemicu utama di balik musibah yang merugikan nyawa dan harta benda ini.

 

Selain penebangan liar dan pembabatan hutan, aktivitas pertambangan – baik itu tambang batu, pasir, tanah, maupun galian mineral – terbukti menjadi perusak ekosistem yang paling parah. 


Tambang liar maupun tambang yang tidak mengikuti aturan kelestarian lingkungan, membuka lahan hutan secara besar-besaran, menggali lapisan tanah dan batuan hingga kedalaman berpuluh meter, serta membuang sisa galian sembarangan. 


Akibatnya, struktur tanah menjadi rusak, gembur, dan kehilangan kekuatan pengikat alami yang seharusnya disokong oleh akar pepohonan.

 

Dulu, hutan dan bukit berfungsi seperti bendungan raksasa alami. Air hujan diserap tanah dan disimpan akar pohon. 


Namun setelah ditambang, permukaan tanah menjadi tergerus, berlubang, dan tidak lagi mampu menahan air. 


Saat hujan turun deras, air tidak meresap ke dalam tanah, melainkan mengalir deras membawa lumpur, bebatuan, dan sisa galian ke bawah. 


Inilah yang memicu banjir bandang dan longsor besar yang sering menimbun pemukiman warga dan merusak jalan raya.

 

"Pertambangan merusak keseimbangan alam secara mendasar. 


Bukit yang kokoh menjadi lereng rawan longsor, tanah yang subur menjadi lubang besar yang berbahaya. 


Ini adalah ulah manusia sendiri yang serakah mengambil kekayaan bumi tanpa mau mengembalikan atau merawatnya," ujar seorang ahli lingkungan.

 

Bukan hanya bencana fisik, pertambangan liar juga merusak sumber air bersih, membunuh satwa liar yang kehilangan rumah, dan membuat tanah menjadi tandus selamanya. 


Masyarakat kini semakin sadar: bencana yang mereka derita adalah bayaran mahal atas kerusakan yang dibuat tangan manusia.

 

Pesan tegas kembali digaungkan: Hentikan pertambangan yang merusak, lindungi hutan dan bukit kita. 


Alam akan aman dan melindungi kita, jika kita tidak merusaknya demi keuntungan sesaat. 


EDITOR : Raden Oji M,. C. BJ

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama