Masa Sekolah SD zaman Dulu Punya Cerita dan Kenangan yang Hangat dan Tak Terlupakan





Jejakkabar.,web.id -Masa Sekolah  SD Jaman dulu  Berbeda dengan sekarang. Ini beberapa kisah dan kebiasaan yang pasti akrab di ingatan:

 



1. Berangkat sekolah jalan kaki berkelompok

Hampir semua anak berangkat dan pulang sekolah berjalan kaki. 



Kami akan menunggu di pojokan jalan atau di depan rumah teman, lalu berjalan ramai-ramai sambil bernyanyi atau bercerita. 


Tidak ada yang diantar kendaraan, justru berjalan kaki dianggap seru karena bisa mampir sebentar melihat kebun atau sungai di pinggir jalan.


2. Bekal sederhana tapi nikmat

Bekal makanan biasanya dibungkus daun pisang atau kertas minyak. 


Isinya pun sederhana: nasi goreng sederhana, nasi uduk, atau sekadar ubi rebus dan pisang. Saat jam istirahat, kami duduk melingkar di bawah pohon besar di halaman sekolah, saling bertukar sedikit makanan dengan teman sebelah.


Rasanya jauh lebih enak dibanding makanan kantin sekarang.


3. Uang jajan hanya seribu rupiah

Dulu uang saku biasanya hanya Rp500 sampai Rp1.000 saja, tapi sudah bisa membawa pulang banyak barang. Bisa beli es lilin, kue cubit, permen warna-warni, atau gorengan kecil. Penjualnya biasanya ibu-ibu yang membawa keranjang besar, dan kami berdesakan antre dengan seragam yang kadang sudah mulai kusam.


4. Menulis di papan tulis dan membawa kapur

Setiap hari membawa kotak kapur kecil dan kain lap dari kain bekas baju ibu. Jam pelajaran menulis sering dilakukan di papan tulis besar di depan kelas, bergantian maju ke depan. 


Tulisan tegak bersambung adalah pelajaran wajib yang harus dikuasai.


5. Upacara bendera setiap Senin




Kami berbaris rapi di lapangan tanah yang berdebu. Kalau habis hujan, lapangan jadi becek dan sepatu jadi kotor terkena lumpur.


Penghormatan bendera dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan ada perasaan bangga kalau terpilih menjadi pengibar bendera.


6. Pulang sekolah main dulu baru mengerjakan PR

Setelah bel pulang berbunyi, seragam baru dilepas saat sudah sampai di lapangan bermain atau sawah dekat sekolah. 


Bermain petak umpet atau kelereng sampai suara azan Maghrib terdengar, baru lari pulang karena ingat pesan orang tua.


Pekerjaan rumah dikerjakan sambil menyalakan lampu petromaks kalau listrik belum masuk rumah.


7. Hadiah penghapus atau buku tulis

Kalau dapat nilai bagus atau juara kelas, hadiahnya sederhana saja: penghapus berbentuk kartun, pensil berwarna, atau buku tulis bergambar. 


Itu sudah cukup membuat kami bangga dan senang sekali seharian.


Editor

(Raden Oji M,. C. BJ)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama