Kramat Makam Uyut Dalem, Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Bogor



Lokasi

 

Kab. Bogor || Jejskkabar.web.id - Makam Uyut Dalem terletak di Kampung Jagabita, RT 002 RW 003, Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


 Lokasinya berjarak sekitar 1 km dari kompleks Kramat Safan dan TB Bainan yang sebelumnya dibahas, masih dalam satu wilayah adat yang sama.

 

Asal Usul Nama

 

Uyut: Sebutan hormat masyarakat Sunda untuk leluhur atau orang tua yang dihormati, setara dengan gelar "Ki Buyut".


Dalem: Merupakan gelar kebangsawanan yang menandakan bahwa tokoh ini memiliki hubungan kerabat dengan keluarga kesultanan Banten atau merupakan pemimpin wilayah setempat yang diberi wewenang adat. 


Nama lengkap beliau dalam catatan tradisi adalah Raden Haji Dalem.

 

Riwayat Tokoh

 

Berdasarkan catatan tutur masyarakat setempat, Uyut Dalem hidup pada pertengahan abad ke-18, sezaman dengan Syekh Muhammad Safan dan Tuan Guru Bainsn. 


Beliau dikirim dari Kesultanan Banten untuk mengurus pemerintahan dan ketertiban wilayah selatan (wilayah Parungpanjang dan sekitarnya).

 

Berbeda dengan dua tokoh sebelumnya yang berfokus pada dakwah agama, Uyut Dalem berperan sebagai pemimpin adat dan penengah perselisihan warga. 


Beliau mengatur pembagian lahan pertanian dan irigasi anak sungai Cisolok agar dimanfaatkan secara adil oleh warga.


Bersama kedua ulama tersebut, beliau menjadikan wilayah Jagabita sebagai kawasan yang aman, makmur, dan kuat dalam ajaran Islam.


Wafat sekitar tahun 1800 M dan dimakamkan di tempat yang kini dikenal sebagai Makam Uyut Dalem.

 

Tradisi dan Status

 

1. Rangkaian Ziarah: Bagi peziarah, ketiga situs ini menjadi satu jalur ziarah lengkap: dimulai dari Kramat TB Bainan, dilanjutkan ke Kramat Safan, dan diakhiri di Makam Uyut Dalem sebagai bentuk penghormatan kepada ulama dan pemimpin adat.


2. Bangunan: Makam dikelilingi tembok batu alam asli, dengan pintu masuk berarsitektur Sunda. Di halaman terdapat pohon besar yang sudah berumur ratusan tahun.


3. Pengelolaan: Masih dijaga oleh keturunan dan pengurus yayasan desa, serta ditetapkan sebagai bagian dari aset cagar budaya Desa Jagabita.

 

Kehadiran ketiga situs ini membuktikan bahwa Desa Jagabita dulunya merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat penyebaran agama Islam yang penting di wilayah Bogor Barat, yang merupakan perpanjangan pengaruh dari Kesultanan Banten.

 

Editor

(Raden Oji M,. C. BJ)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama