Jejakkabar.web.id
Zaman dahulu, sebelum aliran listrik masuk ke pelosok desa, keseharian warga diisi dengan kesederhanaan yang kini menjadi kenangan indah dan sulit terlupakan.
Salah satu momen paling berkesan dirasakan aku saat menjelang tidur, sebuah tradisi hangat yang melekat kuat dalam ingatan masa kecil aku.
Menjelang malam, saat matahari sudah terbenam dan suasana desa mulai sepi, kehangatan keluarga terasa begitu nyata.
Dikisahkan oleh salah satu aku setiap kali hendak tidur, aku selalu menanti momen istimewa itu.
Di sampingku duduk Empo, kakak tertua Bernams Mutiah di keluarga yang penuh kasih sayang sama aku.
Di tengah remang cahaya, Empo mutiah akan menceritakan berbagai dongeng, kisah petualangan, hingga legenda masa lalu yang penuh pesan moral.
Tidur adikku Raden, Tak hanya mendengarkan cerita yang mengantar mimpi, kenyamanan bertambah sempurna.
Sambil bercerita, tangan Empo Mutiah, bergerak lembut mengipasi tubuh aku-adiknya menggunakan kipas buatan sederhana yang terbuat dari anyaman bambu.
Angin sejuk yang bertiup perlahan dari kipas itu, berpadu dengan suara lembut Empo
Mutiah, yang bercerita, menciptakan suasana damai dan menenangkan hati Raden.
"Saat itu desa kami belum ada aliran listrik.
Tidak ada kipas angin, tidak ada lampu terang benderang.
Tapi rasanya, kenyamanan dan kasih sayang itu terasa jauh lebih hangat dibandingkan apa pun sekarang.
Suara anyaman bambu yang bergerak dan nada bicara kakakku adalah lagu pengantar tidur terbaik," kenangnya dengan mata berbinar mengingat masa lalu.
Kenangan itu kini menjadi harta yang tak ternilai.
Bagi aku, momen diayun cerita dan angin kipas bambu adalah bentuk kasih sayang tulus yang ditanamkan sejak kecil.
Kesederhanaan hidup tanpa listrik justru mendekatkan hubungan antar anggota keluarga, menciptakan ikatan batin yang kuat, dan meninggalkan jejak manis yang selalu dirindukan seumur hidup.
"Kisah-kisah dongeng itu dan hembusan angin kipas bambu itu bukan sekadar kenangan, tapi pelajaran tentang kasih sayang yang tulus.
Itulah keindahan masa kecil yang tak akan tergantikan oleh kemajuan zaman," tambahnya Raden.
EDITOR : Raden Oji,. M,. C. BJ


Posting Komentar