Jejak Kabar-web-id
Wanita yang suka berbusana namun tetap memamerkan aurat, serta berhias dan berlagak agar dilihat orang lain, maka bersiaplah menghadapi hisab (perhitungan amal) dan azab Allah di akhirat.
Dasar dalil
QS. An-Nur: 30–31: Allah memerintahkan wanita beriman menundukkan pandangan, menjaga kehormatan, tidak mempertontonkan kecantikan/aurat kecuali yang biasa tampak, dan menutup dada dengan jilbab .
QS. Al-Ahzab: 59: Perintah mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh agar dikenali sebagai wanita beriman dan terhindar dari gangguan.
Hadis Riwayat Muslim: "Ada dua golongan penghuni neraka… wanita-wanita yang berpakaian tapi seolah-olah telanjang, berjalan lenggak-lenggok, rambut disasak tinggi… mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak mencium baunya" (HR. Muslim no. 2128).
Maknanya
Berpakaian tapi memamerkan aurat: Baju tipis, ketat, terbuka, atau bentuk tubuh tetap terlihat jelas — hukumnya haram, termasuk dosa besar.
Hisab : Di hari kiamat, amal ini akan diperhitungkan secara ketat di hadapan Allah.
Azab : Ancaman siksaan neraka, kecuali bertaubat sungguh-sungguh, memperbaiki diri, dan kembali berpakaian syar’i.
Inti pesan
Menutup aurat bukan sekadar aturan, tapi bentuk ketaatan, menjaga kehormatan diri, dan menjauhi fitnah.
Siapa yang mengabaikannya, telah menantang perintah Allah dan bersiap menanggung akibatnya, kecuali dia bertobat dan memperbaiki diri selagi masih ada waktu.
EDITOR : Raden Oji M,. C. BJ

Posting Komentar