JANGAN TAKUT BERSEDEKAH: HARTA TIDAK AKAN HILANG, MALAH AKAN JADI PENOLONG DI ALAM KUBUR

BOGOR | Jejakkabar.web -id

Selalu hadir keraguan di hati sebagian orang saat diminta berbagi atau bersedekah. 


Rasa khawatir timbul, takut harta menjadi berkurang, takut kebutuhan sendiri tidak terpenuhi, atau takut kekayaan akan cepat habis jika terlalu banyak memberi. 


Namun, anggapan tersebut sepenuhnya keliru dan bertentangan dengan kebenaran ajaran agama serta hakikat kehidupan. 


Pesan penting dan mengingatkan kembali kepada seluruh umat, bahwa : 


Hartamu tidak akan hilang dan tidak akan habis hanya karena kamu memberi. 


Justru, sedekah yang kamu berikan kelak akan menjadi penolong terbesar saat kamu sendirian di alam kubur.

 

Banyak orang yang mati-matian mengumpulkan harta, menimbun kekayaan, dan menahannya sekeras-kerasnya, dengan alasan untuk masa depan atau keamanan hidup. 


Padahal, apa yang disimpan dan tidak dimanfaatkan untuk kebaikan, pada akhirnya hanya akan tertinggal. 


Harta tersebut akan beralih kepemilikan, diwariskan, atau dibelanjakan oleh orang lain, sementara pemiliknya tidak lagi mendapat manfaat sepeser pun.

 

Sebaliknya, harta yang dikeluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah, membantu sesama, meringankan beban orang lain, atau berbagi kepada yang membutuhkan, itulah harta yang sesungguhnya terjaga dan abadi. 


Allah SWT telah berjanji dengan jaminan pasti, bahwa harta yang disisihkan di jalan kebaikan tidak akan mengurangi kekayaan yang ada, melainkan justru melipatgandakannya. 


Baik berupa keberkahan yang membuat harta itu cukup, berkah umur, kesehatan, maupun ketenangan hati yang tidak bisa dibeli dengan uang. 


Sedekah ibarat benih yang ditanam; meski terasa hilang saat ditanam, ia akan tumbuh menjadi pohon besar yang buahnya berlipat ganda.

 

Nilai lebih besar dari sebuah sedekah ternyata bukan hanya dirasakan saat kita masih hidup, melainkan menjadi bekal paling berharga saat kita meninggal dunia. 


Ketika jasad telah masuk ke dalam liang lahat, pintu tertutup, dan kita ditinggalkan sendirian, saat itulah terlihat siapa yang akan menjadi teman dan penolong sejati. 


Harta yang dulu disimpan rapat-rapat, jabatan yang dulu dibanggakan, dan keramaian teman di dunia, semuanya berbalik pergi dan tak ada gunanya lagi.

 

Di saat suasana kubur menjadi gelap, sempit, dan menakutkan, di situlah sedekah-sedekah kecil yang pernah kita berikan dulu datang berubah wujud menjadi cahaya terang benderang. 


Sedekah akan hadir sebagai pelita yang menerangi kegelapan, menjadi pembela yang menjawab pertanyaan malaikat, dan menjadi pelindung yang menyelamatkan dari siksa kubur. 


Sedekah itulah yang akan memeluk kita dan berkata, 


"Aku adalah sedekahmu, aku adalah cahayamu, tenanglah, aku ada di sini menemanimu."

 

Oleh karena itu, jangan pernah ragu dan jangan pernah takut untuk berbagi. Membatasi pemberian karena khawatir miskin adalah ketakutan yang keliru. 


Ingatlah, harta itu milik Allah yang hanya dititipkan kepada kita. 


Mengembalikannya lewat jalan sedekah berarti kita sedang mengamankan bekal untuk perjalanan yang jauh dan kekal nanti.

 

Kini saatnya kita mengubah pandangan: Semakin banyak memberi, semakin banyak yang diselamatkan. 


Harta yang disedekahkan adalah satu-satunya kekayaan yang akan ikut bersama kita, menjadi penolong setia, dan menjadi bukti ketakwaan kita di hadapan Allah Sang Pemilik Segala Alam Semesta.


Editor : Raden Oji M,. C. BJ

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama