Pujian itu hanyalah kata-kata, bukan bukti mutlak akan siapa diri kita yang sebenarnya.
Bisa saja pujian itu keluar dari rasa suka, tapi bisa juga sekadar basa-basi atau bahkan topeng di balik rasa iri.
Jika kita sampai terbawa perasaan dan merasa paling hebat, di situlah letak kejatuhan diri dimulai.
Sebaliknya, janganlah merasa hancur, kecil hati, atau sakit hati berlarut-larut saat dihina, dicela, atau dipandang rendah oleh orang lain.
Hinaan mereka adalah cerminan dari diri mereka sendiri, bukan ukuran harga diri kita.
Orang yang suka menghina biasanya sedang menumpahkan rasa tidak puas hati atau kekurangan yang ada di dalam dirinya.
Ingatlah kata bijak ini : "Pujian dan hinaan itu sama saja, keduanya hanya angin yang lewat."
Biarkan mereka berbicara apa saja, karena yang paling tahu nilai diri kita, tujuan hidup kita, dan kebenaran sesungguhnya hanyalah diri kita sendiri dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tetaplah berjalan lurus, bekerja keras, dan menjadi pribadi yang baik, tak perlu terpengaruh oleh suara-suara di luar sana.
EDiTOR : Raden Oji M,. C. BJ

Posting Komentar